8/27/2012

SUBHANALLAH: Nikmat berbakti kepada orang tua.

Nabi Sulaiman adalah anak kepada Nabi Daud A.S. Sejak kecil lagi Nabi Sulaiman sudah pandai memberi pendapat yang adil dalam satu-satu hal. Setelah wafatnya Nabi Daud, Nabi Sulaiman membesarkan kerajaan di bawah pimpinannya. Pada suatu hari, Nabi Sulaiman mengadakan perjalanan bersama rombongannya yang terdiri daripada manusia dan jin. Tujuannya adalah untuk melihat kebesaran Allah S.W.T. Perjalanan mereka pun tiba di tepi laut, tiba-tiba Nabi Sulaiman terpandang suatu benda yang menakjubkan di dalam laut. Dia memerintahkan pada jin Ifrit, “Wahai Ifrit, cuba kamu lihat ke dalam laut, ada suatu benda yang menakjubkan aku, oleh itu kamu bawakan ia kemari”. Jin Ifrit yang sememangnya gagah tak banyak bercakap kerana takut akan murka Nabi Sulaiman dan terus menyelam ke dasar laut, namun dia tidak berjumpa apa-apa. Kemudian Nabi Sulaiman menyuruh jin yang lain menyelam untuk mendapatkan benda terbabit, namun malangnya jin tersebut pun gagal berbuat demikian. Akhirnya Nabi Sulaiman pun berkata kepada Ashif bin Barkhiya, yakni orang yang mendapat ilmu terus dari Allah, “Sekarang aku perintahkan kepadamu agar pergi ke laut dan dapatkan benda ajaib yang aku maksudkan”. Ashif bin Barkhiya pun menyelam dan terlihat suatu benda yang menyerupai kubah yang diperbuat dari kapur putih. Dengan kekuatan yang luar biasa, Ashif bin Barkhiya membawa naik kubah ajaib tersebut dari dasar laut dan mempersembahkan kepada Nabi Sulaiman. Apabila Nabi Sulaiman melihat kubah itu dan berkata, “Wah, alangkah indahnya benda ini, tapi mengapakah aku tidak dapat melihat isi kandungan dalam benda ini padahal Allah telah memberikan mukjizat yang mana penglihatanku dapat menembusi segala sesuatu”. Nabi Sulaiman pun berdoa kepada Allah supaya dia dapat melihat isi di dalam kubah berkenaan dan Allah memperkenankan doanya. Sejurus selepas berdoa, maka terbukalah kubah tersebut dan Nabi Sulaiman melihat ada seorang pemuda yang sedang sujud dan bertasbih memuji Allah. Nabi Sulaiman lalu berkata, “Maha suci Allah lagi Maha Besar”. Mendengar seruan Nabi Sulaiman, maka pemuda itu pun bangun dari sujud lalu memberi salam. Nabi Sulaiman menjawab salam dan memulakan pertanyaan, “Siapakah kamu wahai pemuda! Adakah kamu malaikat, jin atau pun manusia?” Jawab pemuda itu, “Aku hanyalah seorang manusia biasa”. Nabi Sulaiman bertanya lagi, “Apakah yang membuat kamu memperolehi kemuliaan sedemikian rupa? Apakah amal yang pernah engkau kamu lakukan sehingga Allah menurunkan rahmat dan berkah yang tidak ternilai ini kepada kamu?” Pemuda itu berkata, “Saya berbakti kepada kedua ayah dan ibuku”. Nabi Sulaiman bertanya lagi, “Bagaimanakah kamu berbakti kepada orang tuamu?” Jawab pemuda itu, “Saya memelihara mereka berdua sehingga mereka lanjut usia. Kedua ayah dan ibuku adalah orang yang soleh, mereka sangat takut dan taat kepada Allah. Sejak saya kecil hingga dewasa, mereka memelihara saya dengan baik sekali, mereka juga selalu mendoakan saya agar saya menjadi seorang yang soleh. Bapa saya meninggal dunia dalam usia lanjut dalam pemeliharaan saya dan yang tinggal hanya ibu saya yang sudah tua, lemah dan sakit serta matanya buta dan kakinya lumpuh”. Sambung pemuda itu lagi, “Saya satu-satunya orang yang merawat dan menguruskan keperluannya. Saya selalu mengangkatnya untuk mandi dan saya memandikannya. Segala urusan makan dan minum saya uruskan dan saylah yang menyuap makanan padanya. Ibu saya selalu mendoakan supaya saya dikurniakan ketenangan dan kepuasan dalam hidup serta memberikan saya setelah wafatnya sebuah tempat yang bukan di dunia atau pun di langit. Setelah ibu saya wafat, saya berjalan-jalan di tepi laut dan saya lihat ada suatu kubah dari mutiara. Saya mendekati kubat tersebut dan pintu kubah terbuka. Apabila saya masuk ke dalam, pintu kubah ini tertutup, maka tidaklah saya ketahui sama ada saya berada di bumi atau langit”. Nabi Sulaiman bertanya, “Kamu hidup di zaman mana?” Pemuda itu menjawab, “Saya hidup di zaman Nabi Ibrahim A.S”. Nabi Sulaiman mengirakan umur pemuda tersebut dan dalam kiraannya umur pemuda itu telah mencapai 14,000 tahun, tetapi tiada satu uban pun pada rambutnya. Nabi Sulaiman lalu bertanya, “Apakah tuan merasakan nikmat Allah? Bagaimana Allah memberikan rezeki padamu dalam kubah ini?” Pemuda itu berkata, “Setelah saya berada di dalam kubah ini, maka tahulah saya bahawa Allah telah menciptakan syurga khusus buat saya”. Nabi Sulaiman teringin sangat melihat syurga yang pemuda itu katakan. Kemudian pemuda itu pun berdoa kepada Allah lalu susana di dalam kubah yang gelap tiba-tiba bertukar menjadi terang-benderang. Terkejut Nabi Sulaiman sambil berkata, “Maha suci Allah seru sekian alam”. Satu pemandangan yang tak ada di dunia ini terpampang di hadapan Nabi Sulaiman dan rombongannya di mana terdapat pokok-pokok, kebun yang indah, kolam air susu dan madu serta suara-suara yang merdu di dalamnya. Pemuda itu berkata, “Jika saya lapar, saya makan bermacam-macam buah-buahan yang pelbagai macam cita rasa, semua makanan yang saya ingin akan tersedia dan kalau saya haus, akan tersedia pula bermacam-macam jenis minuman yang paling lazat”. Nabi Sulaiman bertanya lagi, “bagaimana kamu dapat mengetahui siang atau malam?” Jawab pemuda itu, “Apabila terbit fajar maka kubah ini akan menjadi putih dan apabila matahi terbenam kubah ini akan menjadi gelap”. Kata pemuda itu lagi, “Cukuplah, sebab saat ini saya harus mengadap kembali pada Allah untuk solat dan zikir, bertasbih dan mengsucikan serta memuji kebesaranNya”. Nabi Sulaiman dan rombongannya segera keluar dari kubah tersebut dan pemuda itu berdoa kepada Allah, lalu tertutuplah kembali kubah itu. Nabi Sulaiman termenung sejenak memikirkan peristiwa yang dilihatnya sebentar tadi dan mengarahkan Ashif bin Barkhiya untuk membawa kubah tersebut kembali ke dalam laut di tempat asalnya. Setelah itu Nabi Sulaiman berkata kepada rombongannya, “Untuk pertama kali aku menjumpai tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah, aku bersyukur kepada Allah dan semoga bertambah iman dalam sanubariku. Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah dan aku bersaksi bahawa tiada tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan tiada daya dan kekuatan apa pun di dunia ini melainkan dengan kehendak Allah S.W.T”.

8/15/2012

LAWAK: Nak Cerita Pun Malas

Pada masa dahulu, ada sebuah kampung di mana semua rakyatnya amat rajin belaka tidak ada yang malas. Jadi pada suatu hari, rajanya membuat pengumuman hendak mencari seorang yang malas. Semasa perhimpunan itu, adalah seorang lelaki mengaku, katanya, “Patik adalah yang paling malas.” Raja pun bertanya, “Apa tahap malas tuan hamba?” Lalu jawab lelaki tersebut, “Kalau patik hendak makan, ada orang yang suapkan patik.” Tiba-tiba datang seorang lelaki lagi lalu berkata, “Patik lebih malas lagi daripada dia tuanku.” Tuanku pun bertanya kepadanya, “Sampai mana pulak tahap malas tuan hamba?” Maka jawabnya, “Kalau patik makanpun, sampai ada orang tolong kunyahkan.” Maka raja pun terdiam seketika. Tanpa disangka-sangka datang seorang budak lelaki kepadanya sambil berkata, “Patik adalah yang paling malas tuanku.” Raja pun bertanya, “Bagaimana pula tahap kemalasan kamu si budak?” Budak itu pun menjawab, “Nak cite pun malas.

8/10/2012

Tak Ada Yang Abadi, Ini Pasti Berlalu

oleh MUHAMMAD BAIQUNI Seorang bijak pernah meminta kepada seorang tukang cincin untuk mengukirkan sebuah kalimat pada bagian dalam cincin orang bijak tersebut, kalimat itu adalah: “tak ada yang abadi, ini pasti berlalu” Setelah cincin tersebut selesai diukir, orang bijak itu kembali melanjutkan perjalanannya. Dalam perjalanannya itu dia mulai bekerja sebagai buruh pada sebuah perusahaan besar yang dimiliki orang terkaya di kota itu. Orang bijak itu tekun bekerja malah lebih tekun dari kebanyakan buruh yang lainnya. Seorang pekerja bertanya kepadanya, “mengapa kau bekerja dengan demikian giat padahal gaji dan kehidupan kita tidak akan berubah dengan bekerja lebih giat. Bekerjalah sesuai dengan apa yang mereka bayarkan untuk kita.” Orang bijak itu tersenyum dan cuma berkata, “ini pasti berlalu.” Selang beberapa puluh tahun, perusahaan itu bangkrut. Orang kaya yang dulu menjadi pemilik perusahaan itu jatuh miskin dengan hutang yang menumpuk di mana-mana. Orang bijak itu, dengan uang yang selama ini ditabungnya mencoba membeli perusahaan itu, karena sudah jatuh bangkrut orang kaya itu menjual asetnya itu dengan harga murah karena sangat mendesak membutuhkan uang. Tidak begitu lama, perusahaan bangkrut itu sudah mulai bangkit. Sekarang, orang bijak itu adalah orang terkaya di kota itu sedangkan pemilik lama perusahaan itu sekarang telah menjadi pekerja pada perusahaan yang dulu dimilikinya. Pekerja yang dulu sempat bertanya kepada orang bijak itu, berpapasan dengannya dan agak sedikit malu-malu. Orang bijak itu memperhatikan teman lamanya itu kemudian memajukan tangannya untuk memberi salam. Dengan canggung pekerja lama itu memberikan salam. Kemudian orang bijak itu berkata, “ini pasti berlalu.” Beberapa tahun kemudian, musibah datang melanda. Kebakaran hebat menghanguskan semua aset perusahaan. Pemilik lama meninggal akibat kecelakaan tersebut dan orang bijak itu pun jatuh miskin. Semua orang terkejut dengan kejadian tersebut dan semua pekerja pun kehilangan pekerjaan mereka. Jarang ada yang bertahan di kota tersebut setelah apa yang terjadi. Teman lama orang bijak itu pun pindah ke kota lain untuk mencari penghidupan. Sebelum berpindah, teman lama itu mengunjungi orang bijak itu. Teman lama mengira orang bijak akan bersedih dan merasa itu adalah akhir hidupnya sehingga dia mencoba menghibur, namun apa yang dipikirkannya tidak terjadi. Orang bijak itu tetap santai dan tetap tersenyum. Saat mereka berjabat tangan, orang bijak itu berkata, “ini pasti berlalu“. Teman lama itu di kota yang baru ternyata menuai sukses. Dia menjadi orang kaya yang sangat disegani. Kemudian suatu hari dia teringat dengan orang bijak itu dan berniat mengunjunginya. Menurut kabar, setelah perusahaan itu hangus, orang bijak itu jatuh miskin dan menjadi ustad di mesjid tersebut mengajarkan anak-anak mengaji. Ternyata, saat teman lama itu berkunjung, orang bijak itu telah wafat. Teman lama itu sungguh bersedih, dia pun meminta salah seorang di sana agar menunjukkan makam orang bijak itu. Teman lama itu mengunjungi makam orang bijak itu. Makamnya penuh dengan onak dan semak belukar karena tidak ada yang mengurusi. Orang bijak itu hampir tidak memiliki keluarga di kota tersebut. Sedangkan makan yang lain sepertinya terawat. Namun, di nisan orang bijak itu tertulis: “ini pasti berlalu” Tidak lama berselang. Kota itu terkena arus banjir bandang. Hampir semua rumah penduduk tenggelam. Begitu air surut, teman lama mengunjungi kota itu sekalian memberikan bantuan. Tidak lupa dia mengunjungi makam orang bijak tersebut, namun makam itu sekarang sudah tidak ada. Saat teman lama itu berjalan ke sisa-sisa puing perusahaan yang belum lagi dibangun setelah habis terbakar, dia malah menemukan nisan orang bijak tersebut, tergeletak bersama sisa lumpur yang mengotori puing-puing tersebut. Nisan itu telah polos, lumpur telah menutupi kata-kata, “ini pasti berlalu“. Bahkan ini pasti berlalu pun akan berlalu. Teman lama tersenyum, lantas terbahak. Orang-orang keheranan dengan sikap teman lama itu. Teman lama kemudian menyalami semua penduduk yang terluka, kelaparan, dan kondisi yang menyedihkan, sembari tidak lupa berkata, “tak ada yang abadi, ini pasti berlalu“.

6/04/2012

Password

Yea yeaaaaaaaaaaaa...akhirnya aku ingat password!

2/29/2012

Kisah Rumah Sewa RM50 di Seksyen 2 Shah Alam


(gambar di atas sekadar hiasan)

BLOGGER: Gila seram cerita ni...kesahihan cerita ni xtau betul atau x..tapi kalau tipu pun memang serammmm! ambil waktu anda untuk membaca kisah ini..buhhh!

_____________________________________________________________________________________

Entah mengapa, cerita hantu rumah sewa RM50 di Seksyen 2, Shah Alam menjadi popular secara tiba-tiba. Kisah ini pada mulanya di-post oleh Mr. G di sebuah forum komuniti tempatan (http://gengcerita.activeboard.com). Kemudian, nukilan ini telah di-share di Facebook, forum dan blog sehingga ada yang mengaku sebagai penulis asal. Kisah ini turut mendapat perhatian blog popular tempatan seperti blogserius. Mungkin sebab itu kisah ini mendapat impak yang kuat di search engine. Malangnya, terdapat juga sesetengah pihak yang telah tokok tambah dan ubah tajuk cerita. Sama ada kisah ini sahih atau tidak, Ikhwan tak dapat pastikan. Cerita dibawah telah Ikhwan sunting dari bahasa SMS ke bahasa baku tanpa mengubah jalan cerita yang asli.

Rumah Seram Seksyen 2

9 tahun lepas aku dapat sambung belajar di UITM Shah Alam. So, perkara pertama yang perlu difikirkan adalah tempat tinggal kerana aku tidak dapat hostel. Oleh sebab kerajinan dan keperihatinan yang ada pada aku dan kawan-kawan, maka kami berjaya menyewa di sebuah rumah berdekatan kawasan seksyen 2. Berhampiran dengan Wet World [kalau korang tahu la].

Rumah itu banglo 2 tingkat 4 bilik. 3 bilik di atas dan 1 bilik bawah. Kitorang berlapan, maknanya 2 orang bagi satu bilik. Aku ringkaskan saja la, kitorang masuk rumah itu dengan perasaan berbelah bahagi. Best, suka, pelik, rimas dan takut semua ada.

Pertama, tuan rumah hanya minta RM50 sahaja sebagai deposit dan sewa pertama hanya perlu bayar apabila masuk bulan kedua. Kiranya bulan pertama free la… [?]
Kedua, tuan rumah tak bagi kitorang bawa barang banyak-banyak sebab nanti penat nak angkat balik katanya…
Ketiga, pokok Ara tepi rumah itu besar sangat sampai dahannya boleh masuk ke dalam tingkap bilik atas.

Malam pertama, kami tidak dapa tidur kerana sibuk punggah dan kemas barang sambiil layan DVD Korea. Gangguan seram bermula pada hari kedua. Tak perlu tunggu malam, siang hari pun kami sudah dikacau. Azmi “dagu” merupakan orang first yang kena.

Masa itu baru pukul 10.30 pagi [anggaran aku la], si Azmi ni bangun untuk membuang air besar. So, dia pergi la toilet bawah tapi dalam toilet seperti ada orang [sbb pintu tertutup]. Toilet atas pula rosak, tuan rumah kata nanti dia akan baikikan. Tunggu punya tunggu, tak kuar-kuar orang dalam tandas. Jadi Azmi ni memekik la suruh cepat sikitt keluar sebab dia tak tahan. Akibat jeritan si Azmi ni, habis satu rumah bangun pergi tengok apahal. Yang peliknya, kitorang berlapan semua ada, habis tu siapa yang berada dalam tandas? Pintu toilet pula berkunci siap ada bunyi orang flush jamban lagi… Dalam ramai-ramai, Lan seorang saja yang berani sikit [mungkin sebab dia ni keturunan Bugis kot], dia pergi rentap pintu toilet tu sampai terbuka. Takada orang tapi dari kesan yang ada, pintu tu memang dikunci dari dalam. Last-last si Azmi tak jadi berak… Mungkin pasal takut kot.

Malam tu kitorang kena lagi teruk.

Masa aku nyenyak tidur, tetiba ada orang tarik dua-dua belah kaki aku sampai jatuh dari katil. Kepala aku terhentak dulu pada lantai!! Apa lagi, angin la aku sebab ingat budak-budak nak buat pedajal dekat aku tapi bila aku bangun tak ada orang pula. Yang ada cuma si Lan yang tengah membuta di katil atas. Aku tak rasa Lan yang buat sebab confirm dia tidur mati. Bila aku keluar bilik, aku dengar budak-budak tengah ketawa. Rupanya diorang tengah layan DVD di hall bawah. Aku pun masuk bilik balik sebab still bingung tp baru aku terperasan masa ak tengah jengok ke bawah tadi aku perasan Lan ada!! Bukan ke tadi aku nampak dia tengah membuta dalam bilik? Ahh sudah…
Dengan perasaan berani-berani takut aku tengok atas katil Lan ada bonjol bawah selimut, kiranya macam ada orang la. Aku tarik kain selimut tu and guess what? Ada batu nisan yang sudah retak-retak dan automatiknya bilik aku diselubungi bau hapak dan hanyir yang teramat.

Masa ni korang jangan tanya apa aku buat sebab kalau benda ni jadi pada korang pun takkan korang nak stay lagi dalam bilik tu betul tak? Aku rasa kaki aku dah tak jejak tanah dah sebab lari laju sangat. Aku lari keluar dari bilik tu dan pergi ke hall sebab nak bagitahu member-member aku la kononnya tapi yang macam haram jadahnya member aku seorang pun dah tak ada di hall. Nak tahu diorang di mana? Semua dah duduk di luar rumah!! Rupanya diorang awal-awal lagi dah kena kacau. Yang lakhanatnya, tak ada seorang pun kejutkan aku… Taik betul diorang ni.

Lepas diorang tenangkan aku, kitorang decide nak buat apa sekarang sebab sudah pukul 3 pagi. Nak minta tolong tok imam, rumah tok imam pun kitorang tak tahu. Nak mintak tolong jiran, kiri kanan rumah kitorang cina. Last-last Salleh ajak lepak restoran Hakim saja sampai pagi. Bunyinya macam senang tapi masing-masing tak pakai baju dan pakai boxer dengan kain pelikat saja. Mahu tak mahu terpaksalah juga kitorang masuk ruma tu balik sebab nak ambil seluar, wallet dan kunci motor.
Oleh sebab bilik si Bob dengan Naim saja yang berada di bawah, maka kitorang decide untuk pinjam baju and suar dia. Masing-masing takut nak naik tingkat atas. Wallet aku pun tinggal. Masing-masing pakat guna duit Naim dulu. Nasib baik kunci motor kitorang sangkut pada dinding [tempat penyangkut]. Masa nak keluar dari rumah tu, Wak pula perasan ada budak perempuan di pintu dapur tengah senyum sambil lambai tangan pada dia. Yang aku pula boleh terperasan budak tu juga sebab aku tengok muka Wak dah kejung campur pucat lesi. Sekali budak tu senyum rasa macam nak terkincit dalam suar la… Kepala lutut aku menggigil sampai di restoran Hakim!!!

Bersambung..

Sumber asal : http://gengcerita.activeboard.com/

Sambungan cerita rumah seram seksyen 2…

Setibanya kitorang di restoran Hakim, masing-masing sibuk buka cerita termasuk aku sekali. Mula-mula Wak cerita, malam tu lebih kurang pukul 12 pagi lebih, dia sibuk download lagu tetiba ada bunyi macam orang baling batu pada tingkap bilik dia. Bila dia jengok, dia nampak ada seorang perempuan duduk di atas pokok kayu Ara sebelah rumah tu, pakai baju putih kekuningan, koyak-koyak dan rambut panjang. Yang sadisnya, perempuan hodoh tu boleh senyum pula pada dia. Wak ni apa lagi tutup tingkap bilik dia dan terus keluar untuk pergi ke bilik aku kononnya. Malangnya, lagi seekor hantu pula duduk depan pintu bilik dia tapi kali ni hantu budak. So, dia ambil keputusan terjun dari tingkap bilik dia ke bawah. Akibatnya, kaki dia terkehel. Nasib baik tak patah.

Azmi “dagu” pula cerita yang dia nampak ada budak perempuan lambai tangan pada dia [yang ni, aku pun kena juga ok]. Aku confirm yang budak ni buhkan manusia sebab aku tengok kaki dia tak ada!! Sam pula cerita dia nampak hantu tu pada siling rumah! Bila buka mata saja, hantu tu betul-betul “eye to eye” dengan dia. Kiranya masing-masing semua kena kacau la ni. Dan aku orang last yang cerita.

Aku cakap la yang aku kena tarik dua-dua kaki masa tidur sampai kepala aku terhentak pada lantai. Lepas itu aku cakap la yang aku nampak diorang tengah layan DVD di hall tapi si Azmi tetiba nyampuk “bila masa pula kitorang tengok DVD ni?”. Rupa-rupanya tak ada seorang pun yang tengok DVD pagi tu!! Dah tu, siapa yang aku nampak? Haru betul… Kaki aku yang dari tadi menggigil makin bertambah kuat menggigil.

Tengah sibuk-sibuk berborak, aku terbau sesuatu yang kurang enak. Member-member aku yang lain pun bau juga. Rupanya si Azmi terkencing dalam seluar sebab takut sangat. Nasib baik malam tu tak ramai sangat orang di Restoran Hakim tu. Malu betul. Aku pula boleh ternampak si Sam pakai selipar sebelah lain. Dari sibuk-sibuk cerita seram terus jadi cerita kelakar pula.

Tengah sibuk-sibuk ketawa, baru kitorang perasan yang si Salleh dengan Naim tak ada dengan kitorang. Yang ada cuma kami berenam. Aku, Azmi dagu, Sam banjar,Wak, Bob dengan Lan. Dalam ramai-ramai tu cuma Bob seorang saja yang bawa HP, so kitorang try call Naim tapi tak ada orang angkat. Try call Salleh pula, sama juga tak ada orang angkat. Then, Lan ambil HP Bob, dia baca apa entah agaknya, lepas tu dia suruh Bob call Naim lagi sekali. Bob call dan buka loud speaker. Korang tahu apa jadi? Ada suara perempuan mengilai. Gila-gila punya ngilai la sampai meremang bulu roma aku. Kami berenam terus terdiam. Last-last kitorang sepakat akan tunggu sampai pagi esok baru balik rumah tu semula dan cari Naim dengan Salleh. Lepas dengar suara perempuan ngilai pada HP tu, tak ada seorang pun di antara kitorang bercakap… Sampai Subuh!!

Pukul 7.30 pagi baru kami blah dari Hakim. Hati aku masih lagi kuat berdebar-debar. Yang lain-lain aku tahulah. Sampai dekat depan rumah, aku tengok pintu rumah dengan pagar terbuka seluas-luasnya. Kalau pencuri masuk ni, memang dia akan kaya sebab laptop, wallet dengan HP kami semua dibiarkan macam itu saja. Bulu tengkuk aku masih lagi meremang. Tak ada seorang pun berani masuk rumah itu dahulu Aku ingat, ada lah 20-30 minit kami duduk tercangak-cangak dekat depan rumah sebab tak berani masuk. Entah macam mana agaknya HP Bob berbunyi.
Hati aku da x sedap. Jangan la kata hantu tu yang telefon masuk umah. Lan angkat. Sebenarnya dalam ramai-ramai, Lan lah yang paling berani tapi kadang-kadang penakut juga lah. Pihak hospital telefon, katanya Naim ada di wad kecemasan hospital Klang. Kemalangan katanya. Pihak hospital kata, ada miss call dari nombor HP Bob, sebab itu dia telefon nombor Bob. Oooo baru aku faham. Yang peliknya Naim kemalangan?

Masing-masing serba salah jadinya. Bingung pun ya juga. Tak tahu sama ada nak melawat Naim di hospital Klang atau cari Salleh yang hilang. Akhirnya kami telefon tuan rumah untuk tengok apa yg patut. Aku dengan Sam pulak pergi hospital Klang tengok keadaan Naim. Kalau memang tenat sangat, aku akan beritahu yang lain suruh datang. Yang lain aku suruh cari Salleh keliling umah, takut-takut dia kena sorok. Kami masing-masing hanya bertawakal. Masa dalam perjalanan ke hospital Klang, aku pun tak tahu Sam pecut sampai berapa tapi hati aku masih lagi kuat mengatakan bahawa perkara ini belum habis lagi.

Sampai hospital,aku terus cari Naim. Sebak sungguh hati aku tengok keadaan Naim yang parah. Kaki dia teruk. Doktor kata kena lenyek dengan kereta atau sesuatu. Kes langgar lari. Naluri aku kuat mengatakan bahawa umur Naim ni tak panjang sebab darah keluar membuak-membuak. Sam tak sanggup tengok, air mata dia berjurai-jurai keluar. Doktor pun cakap Naim ni sudah nyawa-nyawa ikan, tak dapat nak tolong banyak. Aku duduk tepi Naim, dia boleh bercakap lagi tapi sangkut-sangkut. Dia mintak maaf sebab menyusahkan kami. Berulang-ulang kali dia minta maaf tapi aku masih lagi tak dapat tangkap apa yang dia cakap. Akhirnya dia meninggal juga. Aku gagahkan hati aku telefon kawan-kawan yang lain beritahu kematian Naim. Aku tengok Sam terduduk tepi balkoni dengan mata merah sebab nangis banyak sangat. Tak lama lepas itu keluarga Naim datang. Aku tak anggup nak tunggu lagi dan ajak Sam balik Shah Alam.

Sampai dekat rumah, aku tengok ramai gila orang tengah cari Salleh tapi tak jumpa-jumpa. Habis satu umah digeledah. Akhirnya ada orang tua dekat situ minta tolong dengan seorang ustaz. Aku tak ingat apa nama ustaz itu tapi lepas Asar baru kami jumpa Saleeh duduk dekat atas busut belakang rumah. Yang hairannya, sudah 5,6 kali orang cari tapi tak ada pula jumpa dia dekat situ. Tak kisahlah janji dapat jumpa balik Salleh. Kami semua ambil keputusan pindah dari rumah hari itu juga. Kebetulan dekat seksyen 7 [pintu belakang UITM] ada satu rumah untuk disewa, jadi kami pindah situ lah. Barang-barang Naim kami angkut sekali. Terus terang aku cakap, memang aku angin gila tengok muka tuan rumah sebab tak beritahu yang rumah ini “keras”.patut lah dia suruh bayar rm50 saja dulu dan tak bagi bawa barang banyak-banyak. Cisss……

Aku demam 3 hari.

Jenazah Naim selamat dikebumikan di Raub,Pahang.

Seminggu lepas Itu,keadaan sudah ok sikit cuma Salleh saja yang sakit-sakit badan. Akhirnya mulut aku tergerak nak tanya Salleh apa yang berlaku sebenarnya sebab sebelum Naim meninggal dia ada cakap dekat aku suruh tanya Salleh satu rahsia. Rupanya masa hari pertama kami masuk rumah tu, Naim dengan Salleh sudah buat hal. Dia cangkul busut dekat belakang rumah tu. Naim pula kuis-kuis dengan kaki dia. Mungkin sebab itu lah kaki dia parah [dalam hati aku lah]. Kemudian Salleh cerita,kn ada malam yg kitorg satu uma kena kacau tu dia dengan Naim pun kena juga. Tapi hantu tu siap kejar diorang sampai dekat jalan. Diorang punya la cuak sampai lari ke tengah jalan. Entah mana datangnya kereta tiba-tiba hentam mereka. Naim tercampak tengah jalan, dia pulak dekat tepi jalan. Datang kereta lain terus lenyek kaki Naim. Lepas tu, Salleh kata dia terus tak sedar apa-apa sampailah kami jumpa dia atas busut tu. Yang peliknya,macam mana dia boleh duduk atas busut sedangkan dia kata dia lari dekat tengah jalan besar? Kenapa Naim seorang yang kena teruk?

Akhirnya aku dapat jawapan sebenar. Tak lama lepas Salleh cerita dengan aku, dia jatuh sakit. Tak tahulah sakit apa tapi 3 bulan kemudian dia meninggal. Keluarga dia sendiri kebingungan sebab doktor pun tak tahu sakit Saalleh. Tapi aku yakin, kes ni ada kaitan dengan busut yang diorang gali tu. Aku dengan geng-geng aku yang lain sempat ziarah arwah Salleh. Paling tak boleh tahan Bob sebab dia roomate dengan Naim. Memang aku tau dia sedih sangat. Yang tak boleh lupa, kami semua menangis masa angkat jenazah Salleh. Rasa sedih sangat masa tu..

Aku, Azmi Dagu, Sam banjar,Wak, Bob dan Lan, semua sekali selamat habiskan pengajian di UITM. Buat Naim dan Salleh, kami tetap akan ingat korang sampai bila-bila. Al- fatihah

Opps.. Rumah banglo dekat seksyen 2 itu sampai sekarang ada lagi [agaknya]. Tiap kali aku lalu kawasan situ mesti aku rasa sedih sangat. Lagi satu,masa hari terakhir kami di rumah tu, Wak tertinggal HP dia dekat bilik atas. Jadi pada siapa-siapa yang berani, boleh lah ambil HP tu tapi itu pun kalau korang berani la… Nokia 3310

ANDA RASA RUMAH YANG MANA SATU?











BLOGGER: ramai yang cakap rumah no.3 sebab ada pokok besar yang hampir mengenai bahagian atas macam dalam cerita ni...tapi entahlah..apa pun memang serammm..

2/20/2012

Pakej Belajar Gitar




Siapa mau belajar main gitar?Mari belajar sama-sama..klik link untuk dapatkan pakej..

http://www.belajargitar.com/index.php?ref=CikCtAyet

2/15/2012

Jangan Menjilat Pelekat Sampul Surat Anda

Oktober 26, 2006



bodycontact telah menulis “Seorang wanita sedang bekerja di sebuah pejabat pos di California.
Beliau
tidak menggunakan span untuk perekat sampul suratnya tapi sebaliknya
menjilat pelekat sampul surat yang dipegangnya
Pada hari yang sama juga wanita itu mendapati terdapat satu luka
kecil
pada lidahnya.
Luka itu membengkak. Wanita tersebut terus pergi berjumpa doktor
untuk
mendapatkan rawatan kerana risau akan lukanya.
Tetapi setelah diperiksa oleh doktor tiada apa yang tidak kena dengan
lidahbeliau dan doktor menganggap bahawa ia hanya lah luka kecil dan

bengkak biasa.
Wanita itu tidak merasakan sakit atau kebas walaupun lidahnya
bengkak.Tetapi setelah hari berganti hari. Bengakpada lidah wanita
tersebut semakin membesar.Dengan rasa yang tidak puas hati beliau
terus
berjumpa doktor kembali dan memaksa doktorberbuat sesuatu pada
lidahnya.
Doktor tersebut terus mengarahkan wanita itumenjalani ujian
x-ray. Keputusannya doktor tersebut mendapati terdapat satu benjolan
pada
lidah wanita itu. lantas doktor menasihatkan agar wanita itu
menjalankanpembedahan kecil pada lidahnyauntuk memastikan punca
benjol
pada lidah wanita tersebut.
Tetapi apa yang berlaku ialah sebaik sahaja doktor memotong bahagian
yang
benjol tersebut, seekor lipas keluar daripada lidah wanita itu
Kesimpulannya terdapat telur lipas padapelekat sampul suratyang
dijilatnya.
Telur itu mampu menetas didalam lidah dan kelembapan didalam
mulutnya.

Ini adalah kisah benar yang ditulis di dalam berita CNN.
Andy Humes menulis:

“Saya pernah bekerja di dalam kilang membuat sampul surat.”

“Anda tentu tidak percaya jika saya mengatakan didalam tangki pelekat
untuk diletakkan pada penutup sampul surat terdapat beraneka benda
yang
terapung di permukaan “tray” gam tersebut!”

“Sayasudah bertahun tidak mengamalkan perbuatan menjilat perekat
sampul
surat sebaliknya saya menggunakan span basah.”

“Saya juga pernah bekerja di sebuah syarikat percetakan. Majikan
tidak
membenarkan pekerjanya menjilat sampul surat.
Saya tidak pernah faham mengapa.

“Satu hari apabila saya menarik satu palet sampul surat sebanyak 2500
kotak. Di belakangnya terdapat banyak sekali lipas dan telur lipas di
suatu sudut pada kotak kertas. Saya melihat beberapa ekor lipas
sedang
menikmati gam pada sampul-sampul surat tersebut!”"